Senin, 15 Juni 2020

SKENARIO BK DALAM MASA PANDEMIK

Yth. Sejawat Guru BK
Berikut saya sampaikan pemikiran awal yang saya siapkan sebagai bahan diskusi. Mendikbud mengatakan bahwa tahun ajaran baru tanggal 13 Juli tidak berarti sekolah mulai dibuka. Dalam pemikiran saya, merujuk pernyataan yang disebutkan ada dua skenario besar yang perlu dipersiapkan untuk layanan bimbingan dan koseling dalam upaya mempersiapkan siswa, guru, dan orangtua   memasuki tatanan hidup baru dalam pendidikan. Saya merasa lebih adekuat menggunakan sebutan Tatanan Hidup Baru (THB) daripada New Normal, karena pada saat ini dan sebelumnya banyak terdapat  perilaku yang sesungguhnya perlu “dinormalkan”.
Skenario A, jika sekolah dibuka pada tanggal 13 Juli 2020
Skenario B, jika sekolah tidak dibuka pada tanggal 13 Juli 2020, dan mungkin mempertimbangkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Skenario A. Ada empat  tahapan skenario A untuk layanan bimbingan dan konseling, yaitu:
1. Tahapan menyiapkan sumber daya dan sistem pendukung sekolah untuk pemenuhan dan penerapan protokol kesehatan. Setiap sekolah harus sudah menyiapkan sarana cuci tangan dan pengaturan jarak antar orang ketika berada di sekolah. Guru BK bisa menginisiasi atau turut serta dalam persiapan ini dan menyiapkan informasi sebagai bahan bimbingan bagi siswa dan sebagai bahan informasi kepada orangtua.
Keluaran dari tahapan ini,   kesiapan sumber daya dan sistem pendukung sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan.
2. Tahapan menumbuhkan/membentuk kesiapan siswa, orangtua, dan guru sebelum kembali ke sekolah agar siap memasuki THB. BK ambil inisiatif secara kolaboratif untuk menumbuhkan kesiapan siswa dan orangtua. Isi bimbingan dan konseling difokuskan kepada penumbuhan cara berpikir, sikap, dan penguatan kecenderungan bertindak untuk menerapkan protokol kesehatan sehingga siswa terkondisi untuk menerapkan protokol kesehatan dan orang tua merasa yakin bahwa sekolah aman dan siap mengawal perilaku siswa dengan efektif. Kesiapan guru bisa ditumbuhkan melalui komunikasi antar guru dan secara kolaboratif menumbuhkan kesiapan siswa dan orangtua.
Isi utama layanan BK, penegasan tiga hal protokol kesehatan: pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Dalam tahapan ini layanan BK bisa menerapkan ragam strategi pengembangan perilaku siswa dan orangtua terkait protokol kesehatan sampai ke tahap internalisasi perilaku baru, bahkan idealnya sampai menjadi regulasi diri (self regulation). Regulasi diri merupakan kekuatan internal diri seseorang untuk bertindak atas dasar kesadaran sendiri dan bukan karena suruhan atau hukuman dan sanksi.  Tahapan internalisasi perlu diupayakan terbentuk agar kesiapan siswa dan orangtua memasuki THB cukup kokoh, bukan hanya selama di sekolah tetapi juga Ketika berada di luar sekolah.
Keluaran dari tahapan ini, siswa dan orangtua siap dan merasa aman untuk kembali hadir di sekolah, dan orang tua siap berkolaborasi dengan sekolah. Guru siap menerima dan mengawal perilaku siswa selama proses pembelajaran di sekolah. Siswa siap menerapkan protokol kesehatan dengan penuh disiplin dan kesadaran diri sendiri baik di sekolah maupun di luar sekolah. Guru BK bisa berkolaborasi dengan siswa dalam mengawal perilaku siswa lainnya.
Tentu saja unuk membentuk kesiapan dan regulasi diri dimaksud memerlukan proses, kerjasama, dan pendekatan bimbingan dan konseling yang tepat sesuai dengan jenjang pendidikan. Berbagai media bimbingan dan konseling bisa digunakan untuk membantu proses ini.
3. Tahapan menumbuhkan kesiapan guru dan personil sekolah lainnya untuk memasuki THB dan mengawal perilaku baru siswa. Tahap tiga bisa juga simultan dengan tahap 2.
Keluaran dari tahapan ini, semua guru dan personnel sekolah siap menerapkan protokol kesehatan dan  mengawal  pengembangan  perilaku  baru  siswa sesuai  dengan  peran  dan  tanggungjawab masing-masing.
4. Tahapan pengawalan perilaku baru siswa di lingkungan sekolah, harus terjadi sepanjang waktu dan dilakukan oleh semua personnel sekolah, mulai dari saat tiba di sekolah sampai dengan jam sekolah berakhir.
Keluaran dari tahapan ini, kesiapan siswa utk membawa perilaku baru ke dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya, baik di sekolah maupun luar sekolah.
Sampai tahapan ini perilaku baru berbasis protokol kesehatan diharapkan sudah terbentuk, terinternalisasi, sangat ideal jika sudah menjadi regulasi diri yang akan menjadi dasar untuk masuk ke dalam layanan bimbingan dan konseling lainnya dengan ragam isi layanan BK yang terkait dengan belajar, pribadi, sosial, karir, dan aspek perkembangan lainnya dalam keadaan semua pihak menerapkan protokol kesehatan dengan penuh disiplin dan kesadaran.
Skenario B.
Tahapan skenario B pada prinsipnya sama dengan skenario A. Perbedaan terletak pada tahap 2 yang fokusnya terletak pada kesiapan untuk belajar dan mengikuti pembelajaran dan kegiatan lainnya dari rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan pada tahapan 4 dimana ragam isi layanan bimbingan diluncurkan dalam seting belajar dari rumah dan layanan BK dari rumah. Pengawalan perilaku baru siswapun tidak terjadi di sekolah melainkan dalam kegiatan di luar sekolah, dan sangat memerlukan kolaborasi kuat dengan orangtua maupun masyarakat dan pihak lainnya.

Sunaryo Kartadinata
1 Juni 2020

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

oleh : Jarwo*
Format dan Contoh administrasi Bimbingan dan Konseling berdasarkan ...
Layanan bimbingan dan Konseling mempunyai hubungan yang erat di mana di antara keduanya saling melengkapi dalam membantu klien atau orang lain dalam memecahkan suatu permasalahan dan mengubah pola hidup seseorang. Mengubah pola hidup yang salah menjadi benar, pola hidup yang negatif menjadi positif. Sehingga klien dapat mengarahkan hidup sesuai dengan tujuannya. Karena tugas dari seorang pembimbing atau konselor yaitu memberikan arahan yang baik kepada yang terbimbing.
Setelah kalian tahu tentang layanan bimbingan dan konseling, sekarang kita masuk ke jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling. Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun, kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di sekolah.Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan sebelas jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional. Berikut sebelas jenis-jenis layanan BK:
1. Layanan Orientasi
Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

2. Layanan Informasi
Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi diri, sosial, belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

3. Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

4. Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler sesuai dengan potensi, bakat, minat erta kondisi pribadinya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan penempatan dan penyaluran berfungsi untuk pengembangan.

5. Layanan Penguasaan Konten
Layanan penguasaan konten merupakan layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan  yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

6. Layanan Konseling Perorangan
Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing untuk membahas dan mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan konseling perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

7. Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, kegiatan belajar, karir/jabatan, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan bimbingan kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan.

8. Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Masalah yang dibahas itu adalah maalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Layanan konseling kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

9. Layanan Konsultasi
Layanan Konsultasi merupakan layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Pengertian konsultasi dalam program BK adalah sebagai suatu proses penyediaan bantuan teknis untuk konselor, orang tua, administrator dan konselor lainnya dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membatasi efektivitas peserta didik atau sekolah konseling atau psikoterapi sebab konsultasi tidak merupakan layanan yang langsung ditujukan kepada klien, tetapi secara tidak langsung melayani klien melalui bantuan yang diberikan orang lain.

10.  Layanan Mediasi
Layanan mediasi merupakan layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan ataupun perselisihan dan memperbaiki hubungan antar peserta didik dengan konselor sebagai mediator.
11. Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli.
Jadi, dapat disimpulkan dari ke sebelas jenis-jenis diatas. maka sebagai konselor haruslah mampu menempatkan jenis layanan tersebut sesuai dengan kebutuhan klien. Tujuannya memberikan rasa nyaman kepada klien ketika mengungkapkan permasalahan yang dialami.
*: Guru BK SMA Pomosda Tanjunganom Nganjuk

Jokowi Tiba-tiba Minta BUMN Buka Sawah Baru, Apakah sudah Masuk Krisis Pangan? KEMANDIRIAN PANGAN PTSA POMOSDA JAWABNYA

Pemerintah Siaga! Presiden Jokowi Umumkan Indonesia Alami Defisit ...

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden JokoWidodo meminta BUMN 'keroyokan'  membuka lahan baru untuk persawahan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kekeringan yang melanda diikuti ancaman kelangkaan pangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, salah satu lahan yang perlu dibuka, yakni lahan basah atau lahan gambut.

"Presiden meminta BUMN dan daerah, serta Kementerian Pertanian untuk membuka lahan baru untuk persawahan, yaitu lahan basah dan lahan gambut," kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2020).



"Di Kalimantan Tengah diperkirakan ada lebih dari 900.000 hektare, yang sudah siap 300.000 hektare juga yang dikuasai BUMN ada sekitar 200.000 hektare agar dibuat perencanaan," lanjutnya.

Jokowi khawatir terjadi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia. Oleh karena itu, perlu ada langkah antisipasi mencegah kekeringan apalagi di tengah wabah pandemi Covid-19.

"Walaupun BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) sampaikan tidak akan ada cuaca kering ekstrem. Namun kami monitor apakah di semester II tantangan alam baik kekeringan atau hama lima tahunan," jelasnya.

Presiden sudah mengingatkan soal risiko krisis pangan yang terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Hal ini merespons Organisasi Pangan Dunia (FAO) yang sudah mengingatkan potensi krisis pangan di tengah pandemi tersebut.

"FAO telah mengeluarkan peringatan adanya potensi kelangkaan pangan dunia sebagai dampak panjang dari pandemi Covid-19. Di dalam negeri, sejumlah langkah sudah kita ambil dan persiapkan sejak dini untuk memastikan ketahanan pangan di daerah-daerah selama pandemi," kata Jokowi dalam akun media sosialnya, Senin (13/4/2020).

Jokowi juga mengatakan selain memastikan ketersediaan bahan-bahan pokok, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memberikan bantuan bahan pokok yang amat dibutuhkan di tengah kebijakan tanggap darurat Covid-19 ini.


KEMANDIRIAN PANGAN PTSA POMOSDA



Bagi anda yang berkeinginan kuat untuk memberdayakan diri di bidang pertanian, peternakan dan perikanan, tidaklah rugi untuk mengikuti pelatihan kemandirian pangan keluarga sehat yang diselenggarakan oleh Divisi Diklat POMOSDA yang bertempat di Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.

Pelatihan ini memberikan pemahaman dan bekal keterampilan budidaya – produksi dan mengolah sumber pangan menjadi makanan yang sehat dan mampu mencukupi kebutuhan keluarga.


Lahan depan rumah kosong dan sekitar rumah juga masih belum dioptimalkan? Nah, sekitar rumah inilah yang menjadi peluang untuk dapat diciptakan sumber pangan, bisa ditanami kangkung, sawi, selada, brokoli, cabe, dan buat kolam kecil untuk budidaya lele untuk pemenuhan nutrisi keluarga.


Misal nih, harga cabe melambung tinggi, dan sayuran juga ikut mahal, tentu harus merogoh gocek dalam-dalam tuh
😁 tapi kalo tiap hari seperti itu apa nggak bangkrut tabungannya..hihihi😁.

Selain itu, pemahaman sehat juga harus dipahami secara mendasar, sebab makanan yang kita makan akan menentukan kesehatan kita. Dampak yang dikelola dengan pemberian pupuk sintetis, akibatnya akan menimbulkan efek luar biasa bagi kesehatan.


Jika zat sintetis sudah menumpuk di dalam tubuh dan tidak bisa diurai, akhirnya gangguan kesehatan akan cepat menyerang.


Jaga kesehatan dengan memperhatikan apa yang kita makan atau dampak buruk akan terjadi jika yang dikonsumsi mengandung zat timbel sintetis.

SKENARIO BK DALAM MASA PANDEMIK

Yth. Sejawat Guru BK Berikut saya sampaikan pemikiran awal yang saya siapkan sebagai bahan diskusi. Mendikbud mengatakan bahwa tahun aj...